Bagaimanaah kita yang hidup karena ridho dari-Nya yang maha pemilik kehidupan.
Allah... seketika aku berfikir, ketika Kau mengambil sebuah kesenangan dari genggamanku itu adalah pertanda buruk bahawa Kau tak lagi memperdulikan aku dan juga kesenanganku.
seseorang yang sering kusebut teladan sekaligus penyemangat bagi diriku, ia yang selalu setia membersamaiku disetiap waktu. Ia adalah Ayah dan Ibu-ku dua orang yang paling hebat dalam kehidupanku, diamanahinya aku dengan sebuah keberanian yang semakin larut aku perbaiki. Aku, yang kini bagai bunga layu yang tak tahu arah, dimana aku harus bertumpu, sebab aku telah diracuni rindu yang kian pekat menggelayuti daun-daun hijauku, Bagai seonggok daging yang tah tahu letak eksistesinya yang mulai dipertaruhkan.
Tapi aku beruntung, aku mempunyai dua orang penyemangat dalam hidupku. tak lain ia adalah ayah dan ibu ku, mereka yang setia membersamaiku kala aku ditempa kesusahan yang teramat dalam, kesusahan tersebab ia yang ku sayang malah meghilang. menyemangatiku sembari mengatakan "Kehilangan adalah milik ia yang Maha Memiliki, sedangkan kita hanya ciptaan-Nya, kita pun sama-sama Milik-Nya, jadi, tak pantaslah bagi kita untuk bersedih terlalu lama, apalagi sampai berlarut-larut. berdoalah pada-Nya, Ia maha mengabulkan segalanya, biarpun dia mengabulkan secara tidak langsung, itu pertanda bahwa ia mempunyai waktu yang begitu tepat untuk mengabulkan doa mu. jangan pernah lelah untuk berdoa hanya karena Ia yang maha Pendengar mengabulkan doa tak seperti yang kau minta. barangkali apa yang ia beri lebih baik lagi bermakna bagi kehidupamu juga masa depanmu. teruslah berdoa jangan sampai kau lalai terhadap-Nya tersebab kau berfikir bahwa ketika ia merenggut kesenanganmu ia tak lagi sayang terhadapmu. jika kau berfikir seperti itu kau telah salah menilai,Nak.. Allah tak pernah seperti itu, karena Ia adalah penolong bagimu. barangkali, saat Ia merenggut dan merampas kebahagiaan yang sedang kau miliki, Ia memiliki rencana untuk memberikan Hadiah kebahagiaan yang lebih indah dari yang kau miliki saat itu. percayalah.... Allah begitu mengasihimu, Ia begitu menyayangimu."
Redamlah semua amarah, luluh-lah semua gelisah, tersebab saran dari mereka, karena Kasih dan Sayang Allah terhadapku, ia telah merancang skenario terbaik-Nya, ia telah kirimkan dua penyemangat paling berharga lagi berarti di kehidupanku.
Ayah dan Ibu, Karena kasih dan sayangnya, Ia hadirkan kalian dalam setiap detik kehidupanku.
sebuah tulisan yang kutulis di sela keramaian rapat di Cibiuk, tapi... Alhamdulillah selamat hingga kata terakhir, meski harus ekstra ber-konsenrasi. ^-^
.
Pameungpeuk, 30 Juli 2017
Raesi Amini
30 Juli 2017
26 Juli 2017
Kisah Menyentuh Hati
Pada suatu hari, ada sebuah keluarga yang hidup disebuah rumah yang cukup sederhana. keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, 3 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.ayah adalah seorang pekerja disebuah kantor cukup ternama, dan gajihnya pun lumayan besar. ayah sangat giat dalam melaksanakan tugasnya. bahkan ia sering berangkat pagi sekali dan pulang larut malam. malah ia jarang bertemu dengan anaknya.
pada suatu hari ketika ayah baru gajihan, sang ayah ingin sekali memberikan kejutan kepada keluarganya. ia pun memutuskan untuk pergi ke pasar untuk membeli sesuatu. sesampainya di rumah, ia langsung disambut hangat oleh istri dan anak-anaknya yang kebetulan ayahnya pulang sore hari.
sesampainya di ruang tamu ia memberikan sekantung plastik hitam yang dibawanya kepada sang ibu sambil berbisik "jangan beritahu anak-anak dulu yah bu" dan ibu pun membalas dengan senyum bahagia. dan teryata anak-anak yang melihat ayah dan ibu menyembunyikan sesuatu dari mereka. akhirnya mereka berembuk membicarakan orangtua mereka sendiri. dan disimpulkan dari rembukan tersebut bahwa anak ke 3 melihat ibu menyimpan rahasia itu di kulkas.mereka kebingungan lalu mengutus kaka terbesar untuk melihat ada yang disembunyikan ayah dan ibunya. lalu anak pertama mendekati kulkas sambil merunduk karena ibu sedang cukup dekat dengan kulkas sambil menonton TV. dan sampailah anak itu dipintu kulkas dan dilihatnya keresek hitam yan disembunyikan ayah ibunya. ketika dilihat ternyata isinya adalah.... "sepotong hati sapi" dan anak itu menyentuh nyentuh hati itu...
dan tamatlah sudah...
makasih udah buang waktu kalian dengan membaca postingan kali ini.
#ARR_1103
MELANGKAH JANGAN MENYERAH
by : Raesi Amini
Aku, wanita mencoba segala. Berjalan
maju menghadapi masalah. “hidup kok penuh masalah ya?????” batinku berkata,
tapi tetap melangkah saja, kadang terpaksa, kadang penuh persiapan
menghadapinya.
Sampai disuatu ketika masalah itu
sirna. “oh, hidup ini penuh dengan himah ya” terkagum-kagum mata batin
dibuatnya. “alangkah indah caramu mengajariku.” Batinku tersenyum.
Ya, baru kupahami, mengapa seorang
guru berkata “bersyukur jika memiliki masalah”. Sebab jika ridho, hadapi, dan
percaya, masalah akan berubah menjadi hikmah. Hikmah yang menempa diri lebih baik dari sebelumnya.
“sebab kemenangan sejati bukan
menjadi lebih baik dari orang lain. Tapi lebih baik dari diri kita yang
kemarin.”
“Siapa yang bersabar ia akan beruntung”"مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ"
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Makruhnya Menulis Ilmu حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ ي...