10 Juli 2021

Hadits ke-40

Hadits ke-39

Hadits ke-38

Hadits ke-37

Hadits ke-36

Hadits ke-35

Hadits ke-34

Hadits ke-33

Hadits ke-32

Hadits ke-31

Hadits ke-30

Hadits ke-29

Hadits ke-28

Hadits ke-27

Hadits ke-26

Hadits ke-25

Hadits ke-24

Hadits ke-23

Hadits ke-22

Hadits ke-21

Hadits ke-20

 Keutamaan Duduk di Depan Ketika Mencari Ilmu

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَ وَاحِدٌ قَالَ فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا وَأَمَّا الْآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah bahwa Abu Murrah -mantan budak Uqail bin Abu Thalib-, mengabarkan kepadanya dari Abu Waqid Al Laitsi, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang duduk bermajelis di Masjid bersama para sahabat datanglah tiga orang. Yang dua orang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan yang seorang lagi pergi, yang dua orang terus duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dimana satu diantaranya nampak berbahagia bermajelis bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang yang kedua duduk di belakang mereka, sedang yang ketiga berbalik pergi, Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai bermajelis, Beliau bersabda: "Maukah kalian aku beritahu tentang ketiga orang tadi?" Adapun seorang diantara mereka, dia meminta perlindungan kepada Allah, maka Allah lindungi dia. Yang kedua, dia malu kepada Allah, maka Allah pun malu kepadanya. Sedangkan yang ketiga berpaling dari Allah maka Allah pun berpaling darinya".  

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Bukhari dalam Shahih Bukhari, Juz 1, Halaman 24, Nomor: 66.

Muslim dalam Shahih Muslim, Juz 7, Halaman 9, Nomor: 2176.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Juz 1, Halaman 286, Nomor: 86.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Juz 1, Halaman 286, Nomor: 450.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 9, Halaman 5131, Nomor: 22325.

Dll.

Hadits ke-19

 Mengeraskan Suara dalam Menyampaikan Ilmu


حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا

Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu'man 'Arim bin Al Fadlal berkata, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyir dari Yusuf bin Mahak dari Abdullah bin 'Amru berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu' dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berseru dengan suara yang keras: "celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka." Beliau serukan hingga dua atau tiga kali. 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Bukhari dalam Shahih Bukhari, Juz 1, Halaman 22, Nomor: 60.

Muslim dalam Shahih Muslim, Juz 1, Halaman 147, Nomor: 241.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Juz 3, Halaman 335, Nomor: 1055.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Juz 1, Halaman 286, Nomor: 450.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 3, Halaman 1373, Nomor: 6639.

Dll.

Hadits ke-18

 Keutamaan Ilmu dalam Beribadah (Bagian 3)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ رَجَاءٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ جَمِيلٍ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالْآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

2685. Muhammad bin Abdul A'la Ash-Shan'ani menceritakan kepada kami, Salamah bin Raja' menceritakan kepada kami, Al Walid bin Jamil menceritakan kepada kami, Al Qasim Abu Abdurrahman menceritakan kepada kami, dari Abu Umamah Al Bahili. la berkata, "Rasulullah pemah dicentakan tentang dua orang. yang sara adalah seorang ahli ibadah sedangkan yang lain adalah orang yang benlmu."' Rasulullah SAW lalu bersabda, "Keutamaan orangyang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan diriku terhadap orang yang paling rendah di antara kalian." Rasulullah SAW melanjutkan, "Sesungguhnya Allah, para malaikat, penghuni langit dan bumi, hingga semut yang ada di lubang sarangnya dan ikan paus akan bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Juz 4, Halaman 416, Nomor: 2685.

Al-Thabrani dalam al-Kabir, Juz 8, Halaman 233, Nomor: 7911-7912.

Dll.


Hadits ke-17

 Keutamaan Ilmu dalam Beribadah (Bagian 2)

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ أَيُّوبَ الْعَامِرِيُّ عَنْ عَوْفٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُنَافِقٍ حُسْنُ سَمْتٍ وَلَا فِقْهٌ فِي الدِّينِ

 Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Khalaf bin Ayyub Al Amiri menceritakan kepada kami. dan Auf, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Dua karakter yang tidak akan pernah terkumpul pada diri seorang munafik; budi pekerti yang baik dan kepandaian daiam urusan agama. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Juz 4, Halaman 415, Nomor: 2684.

Dll.

Hadits ke-16

 Keutamaan Ilmu dalam Beribadah (Bagian 1)

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ كَثِيرٍ قَالَ قَدِمَ رَجُلٌ مِنْ الْمَدِينَةِ عَلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ وَهُوَ بِدِمَشْقَ فَقَالَ مَا أَقْدَمَكَ يَا أَخِي فَقَالَ حَدِيثٌ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمَا جِئْتَ لِحَاجَةٍ قَالَ لَا قَالَ أَمَا قَدِمْتَ لِتِجَارَةٍ قَالَ لَا قَالَ مَا جِئْتُ إِلَّا فِي طَلَبِ هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاءً لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

 Mahmud bin Khidasy Al Baghdadi mencentakan kepada kami. Muhammac bin Yazid AI Wasithi mencentakan kepada kami. Ashim bin Raja bin Habwah mencentakan kepada kami, dari Qais bm Katsir. la berkata, "Seseorang dari kota Madinah datang menghampiri Abu Ad-Darda’ sedangkan ia sedang berada di kota Damaskus." Abu Ad-Darda' bertanya, "Apa yang membuatmu datang ke sini, wahai saudaraku?" Ia menjawab, "Ada ucapan yang sampai kepadaku bahwa dirimu menyampaikan hadits dari Rasulullah." Abu Ad-Darda" bertanya kembali, "Tidakkah kamu datang untuk kebutuhan lain?" Ia menjawab, "Tidak." Abu Ad-Darda" bertanya, "Tidakkah kamu datang untuk kepentingan dagang?" Ia menjawab, "Tidak." Ia melanjutkan, "Aku tidak datang selain untuk mencari hadits." Abu Ad-Darda' berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka jalan baginya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya karena keridhaan mereka terhadap orang yang menuntut ilmu. Sesugguhnya orang yang alim (pandai) akan dimintakan ampunan baginya oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan paus yang ada di lautan. Keistimewaan (kelebihan) orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keistimewaan bulan atas semua bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak pernah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu itu maka sesungguhnya dia telah mengambil bagian yang banyak (sempurna). "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Juz 4, Halaman 414, Nomor: 2682.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Juz 1, Halaman 298, Nomor: 88.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Juz 1, Halaman 150, Nomor: 223.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 9, Halaman 5082, Nomor: 22129.

Abu Daud dalam Sunan Abu Daud, Juz 3, Halaman 355, Nomor: -.

Dll.

Hadits ke-15

 Orang yang Menunjukkan pada Kebaikan Akan Mendapatkan Pahala Seperti Orang yang Melakukannya

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بَشِيرٍ عَنْ شَبِيبِ بْنِ بِشْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يَسْتَحْمِلُهُ فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَهُ مَا يَتَحَمَّلُهُ فَدَلَّهُ عَلَى آخَرَ فَحَمَلَهُ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ

 Nashr bin Abdurrahman Al Kufi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Basyir menceritakan kepada kami, dari Syabib bin Bisyr, dari Anas bin Malik, ia berkata, "Ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW, ia meminta agar diantar menggunakan kendaraan. Akan tetapi, beliau tidak mendapatkan kendaraan yang dapat membawanya. Beliau lalu menunjukkan kepada orang lain. Orang itu (yang ditunjuk) pun membawanya. Kemudian ia datang kepada Rasulullah dan memberitahu beliau (bahwa dia telah membawa orang itu)." Rasulullah lalu bersabda, "Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya (pahala) seperti orang yang melakukan (kebaikan itu).

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 403, Nomor: 2670.

Dll.

Hadits ke-14

 Menyampaikan Ilmu

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ ثَوْبَانَ هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ السَّلُولِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Muhamrnad bin  Yusuf menceritakan kepada kami, dari Ibnu Tsauban dari Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban, dari Hassan bin Athiyah. dari Abu Kaisyah As-Saluli, dari Abdullah bin Amru. ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikan (ajaran) dariku meski hanya satu ayat. Sampaikanlah berita dari kaum bani Israil, dan itu tidak ada dosa (bagi kalian). Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."

Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Bukhari dalam Shahih Bukhari, Juz 4, Halaman 170, Nomor: 3461.

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Juz 4, Halaman 402, Nomor: 2669.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Juz 14, Halaman 194, Nomor: 6256.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 3, Halaman 1364, Nomor: 6597.

Dll.

Hadits ke-13

 Keringanan Menuliskan Ilmu

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَا حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ فَذَكَرَ الْقِصَّةَ فِي الْحَدِيثِ قَالَ أَبُو شَاهٍ اكْتُبُوا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اكْتُبُوا لِأَبِي شَاهٍ

 Yahya bin Musa dan Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Al Auzai menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Bahwasanya Rasulullah SAW berpidato, beliau menyebutkan kisah dalam haditsnya itu. Abu Syah berkata, "Tuliskan (hadits) itu kepadaku, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab, "Tuliskanlah oleh kalian untuk Abu Syah." 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Bukhari dalam Shahih Bukhari, Juz 1, Halaman 33, Nomor: 112.

Muslim dalam Shahih Muslim, Juz 4, Halaman 110, Nomor: 1355.

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Juz 4, Halaman 401, Nomor: 2667.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Juz 9, Halaman 28, Nomor: 3715.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Juz 3, Halaman 645, Nomor: 2624.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 3, Halaman 1530, Nomor: 7362.

Dll.

Hadits ke-12

 Makruhnya Menulis Ilmu

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ اسْتَأْذَنَّا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكِتَابَةِ فَلَمْ يَأْذَنْ لَنَا

 Sufyan bin Waki' menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha'' bin Yasar, dari Abu Sa'id Al Khudri. Beliau bersabda, "Kami meminta izin kepada Rasulullah untuk menuliskan (ilmu), namun beliau tidak memberi izin kepada kami." 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Muslim dalam Shahih Muslim, Juz 8, Halaman 229, Nomor: 3004.

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 400, Nomor: 2665.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 265, Nomor: 64.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Halaman 24, Nomor: 37.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 5, Halaman 2300, Nomor: 11244.

Al-Hakim dalam Mustadrak, Juz 1, Halaman 126, Nomor: 436.

Dll.

Hadits ke-11

 Larangan Mengucapkan Sesuatu Ketika Dibacakan Hadits Rasulullah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ وَسَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ وَغَيْرِهِ رَفَعَهُ قَالَ لَا أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يَأْتِيهِ أَمْرٌ مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي مَا وَجَدْنَا فِي كِتَابِ اللَّهِ اتَّبَعْنَاهُ

 Qutaibah menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Al Munkadir dan Salim Abu Nadhr, dari Ubaidullah bin Abu Rafi', dari Abu Rafi' dan yang lainnya. Dia me-marfu-kannya. Ia berkata, "Sungguh, jangan sampai aku menjumpai salah seorang dari kalian ketika sedang bersandar di atas singgasananya, kemudian datang suatu perkara yang pernah aku perintahkan untuk dilakukan atau sesuatu yang telah aku larang, lalu orang itu berkata, 'Aku tidak tahu, apa yang kami dapatkan di dalam kitabullah (Al Qur'an) maka kami akan mengikutinya.’"

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 398, Nomor: 2663.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 190, Nomor: 13.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Hlaman 9, Nomor: 13.

Abu Daud dalam Sunan Abi Daud, Juz 4, Halaman 329, Nomor: 4605.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 11, Halaman 5723, Nomor: 24384.

Al-Hakim dalam Mustadrak, Juz 1, Halaman 108, Nomor: 368.

Dll.



Hadits ke-10

 Orang yang Meriwayatkan Hadits dan Dia Mendustakannya

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

 Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Habib bin Tsabit, dari Maimun bin Abu Syabib, dari Al Mughirah bin Syu'bah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Siapa saja yang menyampaikan sebuah hadits dariku, padahal ia melihat (mengetahui) hadits itu dusta, maka ia termasuk salah seorang dari dua pendusta itu." 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Muslim dalam Shahih Muslim, Juz 1, Halaman 7, Nomor: -.

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 397, Nomor: 2662.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Halaman 27, Nomor: 41.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Juz 8, halaman 4132, Nomor: 18471.

Dll.

Hadits ke-9

 Larangan Keras Mendustakan Rasulullah

حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

 Abu Hisyam Ar-Rifa'i menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Ashim menceritakan kepada kami, dari Zirr, dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka. " 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 107, Nomor: 9742.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 129, Nomor: 4804.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Hlaman 21, Nomor: 30.

Dll.

Hadits ke-8

 Perintah Menyampaikan Apa yang Didengar dari Hadits Rasulullah (Bagian 2)

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

 Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah memberitahukan kepada kami, dari Simak bin Harb, ia berkata: Aku mendengar Abdurahman bin Abdullah bin Mas'ud bercerita, dari ayahnya. Dia berkata, aku mendengar Nabi SAW bersabda, "Allah akan memperindah wajah orang yang mendengar hadits dari kami, lalu ia menyampaikannya seperti yang ia dengar. Banyak penyampai hadits yang lebih sadar (dapat menjaga) daripada orangy ang mendengarnya." 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi al-Hits ‘ala Tabligh al-Sama’, Juz 4, Halaman 394, Nomor: 2657.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 268, Nomor: 66.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Hlaman 157, Nomor: 232.

Dll.

Hadits ke-7

 Perintah Menyampaikan Apa yang Didengar dari Hadits Rasulullah

حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

 Abu Al Asy'ats Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli Al Bashri menceritakan kepada kami, Umayyah bin Khalid menceritakan kepada kami, Ishaq bin Yahya bin Thalhah menceritakan kepada kami, Ibnu Ka'ab bin Malik menceritakan kepadaku, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menuntut ilmu agar ia diperlakukan sebagai seorang yang pandai (ulama), atau untuk berbantah (berdebat) dengan orang-orang bodoh, atau untuk menarik perhatian orang-orang, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi al-Hits ‘ala Tabligh al-Sama’, Juz 4, Halaman 393, Nomor: 2656.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Musnad al-Anshar, Juz 9, Halaman 5051, Nomor: 21991.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 270, Nomor: 67.

Abu Daud dalam Sunan Abi Daud, Kitab ‘Ilmu, Juz 3, Halaman 360, Nomor: 3660.

Dll.

Hadits ke-6

 Orang yang Menginginkan Kehidupan Duniawi dengan Ilmunya

حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

 Abu Al Asy'ats Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli Al Bashri menceritakan kepada kami, Umayyah bin Khalid menceritakan kepada kami, Ishaq bin Yahya bin Thalhah menceritakan kepada kami, Ibnu Ka'ab bin Malik menceritakan kepadaku, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menuntut ilmu agar ia diperlakukan sebagai seorang yang pandai (ulama), atau untuk berbantah (berdebat) dengan orang-orang bodoh, atau untuk menarik perhatian orang-orang, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi man Yathlubu bi ‘Ilmi al-Dunya, Juz 4, Halaman 392, Nomor: 2654.

Al-Hakim dalam Mustadrak al-Hakim, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 86, Nomor: 292.

Al-Thabrani dalam Al-Kabir, Bab al-Kaf, Juz 19, Halaman 100, Nomor: 199.

Hadits ke-5

 Hilangnya Ilmu (Bagian 2)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَخَصَ بِبَصَرِهِ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ قَالَ هَذَا أَوَانُ يُخْتَلَسُ الْعِلْمُ مِنْ النَّاسِ حَتَّى لَا يَقْدِرُوا مِنْهُ عَلَى شَيْءٍ فَقَالَ زِيَادُ بْنُ لَبِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ كَيْفَ يُخْتَلَسُ مِنَّا وَقَدْ قَرَأْنَا الْقُرْآنَ فَوَاللَّهِ لَنَقْرَأَنَّهُ وَلَنُقْرِئَنَّهُ نِسَاءَنَا وَأَبْنَاءَنَا فَقَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا زِيَادُ إِنْ كُنْتُ لَأَعُدُّكَ مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَذِهِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ عِنْدَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى فَمَاذَا تُغْنِي عَنْهُمْ قَالَ جُبَيْرٌ فَلَقِيتُ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ قُلْتُ أَلَا تَسْمَعُ إِلَى مَا يَقُولُ أَخُوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ قَالَ صَدَقَ أَبُو الدَّرْدَاءِ إِنْ شِئْتَ لَأُحَدِّثَنَّكَ بِأَوَّلِ عِلْمٍ يُرْفَعُ مِنْ النَّاسِ الْخُشُوعُ يُوشِكُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَلَا تَرَى فِيهِ رَجُلًا خَاشِعًا

 Abdullah bin Abdurahman menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih mengabarkan kepada kami, Muawiyah bin Shalih menceritakan kepadaku, dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, Jubair bin Nufair, dari Abu Ad-Darda' ia berkata: Ketika kami berada bersama Rasulullah SAW, beliau mengangkat pandangannya ke arah langit, beliau lalu bersabda, "Ini adalah saatnya ilmu diambil dari manusia hingga mereka tidak mampu memperoleh ilmu sedikit pun. " Ziyad bin Labid Al Anshari bertanya, "Bagaimana ilmu itu diambil dari kami? Sedangkan kami membaca Al Qur'an? Demi Allah, kami telah membacanya dan membacakannya kepada istri dan anak-anak kami." Beliau bersabda, "Celaka kamu, wahai Ziyad, jika aku menganggapmu termasuk ahli fikih kota Madinah, maka kitab Taurat dan Injil ini ada di sisi bangsa Yahudi dan Nashrani. lalu apakah kiiab itu berguna bagi mereka' " Jubair berkata. "Aku bertemu dengan Ubadah bin Ash-Shamit." Aku (Jubair) berkata. "Tidakkah kamu mendengar apa yang dikatakan oleh saudaramu. Abu Ad-Darda'" Aku pun lalu memberitahukan kepadanya apa yang dikatakan oleh Abu Ad-Darda'. Dia berkata. "Benar apa yang dikatakan Abu Ad-Darda' Jika kamu mau. maka aku akan beritahukan kepadamu tentang ilmu pertama yang akan diangkat dari manusia, yaitu kekhusyu'an. Ketika kamu masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat jama'ah, maka hampir saja kamu tidak melihat ada seorang pun yang melakukan shalat dengan khusyu'."

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi Dzahab ‘Ilmi, Juz 4, Halaman 391, Nomor: 2653.

Al-Hakim dalam Mustadrak al-Hakim, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 99, Nomor: 337.

Al-Darimi dalam Musnad al-Darimi, Muqaddimah Muallif, Juz 1, Halaman 333, Nomor: 296.

Dll.

Hadits ke-4

 Hilangnya Ilmu (Bagian 1)

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

 Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amru bin Al Ash, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya dari manusia. Akan tetapi, Allah mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama. Sehingga, jika Allah tidak menyisakan orang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh menjadi pemimpin mereka. Ketika mereka ditanya, maka mereka mengeluarkan fatwa tanpa didasari ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan (orang lain).”

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Bukhari dalam Shahih Bukhari, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 31, Nomor: 100. 

Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab ‘Ilmu, Juz 8, Halaman 60, Nomor: 2673.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Musnad Abdullah Ibn Amr, Juz 3, Halaman 1370, Nomor: 6622.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab Sair, Juz 10, Halaman 432, Nomor: 4571.

Al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi Dzahab ‘Ilmi, Juz 4, Halaman 389, Nomor: 2652.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Halaman 36, Nomor: 52.

Dll.

Hadits ke-3

 Menyembunyikan Ilmu

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بُدَيْلِ بْنِ قُرَيْشٍ الْيَامِيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ زَاذَانَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

 Ahmad bin Budail bin Quraisy Al Yami Al Kufi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, dari Umarah bin Zadan, dari Ali bin Hakam, dari Atha dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang ditanya tentang suatu ilmu yang ia ketahui, kemudian ia menyembunyikannya (tidak menjawabnya), maka pada hari Kiamat nanti ia akan diikal dengan ikatan dan api neraka. 

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Musnad Abu Hurairah, Juz 3, Halaman 1589, Nomor: 7686.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 297, Nomor: 95.

al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Ma Jaa fi Kitman ‘Ilmi, Juz 4, Halaman 387, Nomor: 2649.

Abu Daud dalam Sunan Abi Daud, Kitab ‘Ilmu, Bab Karahiyyah Mana’a ‘Ilmu, Juz 3, Halaman 360, Nomor: 3658.

Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, Abwab al-Sunnah, Juz 1, Halaman 175, Nomor: 261.

Al-Hakim dalam Mustadrak al-Hakim, Kitab ‘Ilmu, Bab Man Suila ‘an Ilmin, Juz 1, Halaman 101, Nomor: 343.

Dll.

Hadits ke-2

 Keutamaan Ilmu

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu  Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memberikan kepadanya kemudahan jalan menuju surga. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Musnad Abu Hurairah, Juz 2, Halaman 1746, Nomor: 8432.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 284, Nomor: 84.

Al-Darimi dalam Munad al-Darimi, Muqaddimah Muaalif, Bab Fadhilah ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 363, Nomor: 356.

al-Tirmidzi dalam Jami’ Tirmidzi, Abwab ‘Ilmu, Bab Fadhilah Thalab ‘Ilmu, Juz 4, Halaman 385, Nomor: 2646.

Abu Daud dalam Sunan Abi Daud, Kitab ‘Ilmu, Bab Fadhilah ‘Ilmu, Juz 3, Halaman 355, Nomor: 3643.

Al-Hakim dalam Mustadrak al-Hakim, Kitab ‘Ilmu, Bab Fadhilah Thalab al-Hadits, Juz 1, Halaman 88, Nomor 298.

Dll.


Hadits ke-1

Jika Allah Menghendaki Kebaikan Pada Seorang Hamba Maka Dia Akan Memahamkan Agama Kepadanya

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

 Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja'far menceritakan kepada kami, Abdullah bin Sa'id bin Abi Hind menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan memberikan pemahaman agama kepadanya. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, diantaranya:

Al-Bukhari dalam Shahih Bukhari, Kitab ‘ilmu, Juz 1, Halaman 25, Nomor: 71. 

Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Zakat, Juz 3, Halaman 94, Nomor: 1037.

Ahmad dalam Musnad Ahmad, Musnad al-Syamiyyin, Juz 7, Halaman 3271, Nomor: 17124.

Ibn Hibban dalam Shahih Ibn Hibban, Kitab ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 291, Nomor: 89.

Al-Darimi dalam Munad al-Darimi, Abwab al-Sunnah, Bab Fadhilah ‘Ilmu, Juz 1, Halaman 149, Nomor: 221.

Dll.

Hadits ke-40